Eksplorasi Karya
Menampilkan karya pada sesi akademik: Sesi Awal (Default)
FASE 1 — BRIEF & GAGASAN AWAL
Bobot: 10%
showroom ferari
Jemima Joy Krisanti
Gambar ini merupakan sebuah board brief arsitektur yang menampilkan perancangan bangunan mixed-use bentang lebar (4 lantai + 1 basement) dengan fungsi utama sebagai showroom mobil sport. Desain mengusung gaya arsitektur modern yang dipadukan dengan sentuhan Bali dan arsitektur Italia, terlihat dari penggunaan fasad kaca transparan, material batu alam seperti travertine, serta elemen khas Bali seperti gerbang dan ornamen tradisional. Keseluruhan tampilan diperkuat dengan dominasi warna merah khas mobil sport (Rosso Corsa) yang dipadukan dengan hitam, putih, dan tekstur alami untuk menciptakan kesan mewah, eksklusif, dan dinamis. Secara fungsi, bangunan dibagi menjadi beberapa lantai, yaitu showroom pada lantai 1, area cafe dan retail pada lantai 2, museum pada lantai 3, serta kantor pengelola di lantai 4, dengan area parkir dan servis berada di basement. Konsep desain yang diterapkan mencakup aspek monumental space melalui penggunaan ruang double atau triple height, efisiensi lingkungan dengan kaca low-e dan double glazing, pendekatan budaya melalui prinsip Tri Hita Karana, sistem keamanan dengan proteksi kebakaran aktif dan pasif, serta penerapan teknologi seperti oil separator dan grease trap. Selain itu, sirkulasi bangunan dirancang terpisah antara publik dan servis untuk menjaga kelancaran aktivitas. Board ini juga dilengkapi dengan informasi material bangunan, seperti kaca, aluminium panel, batu alam, kayu, marmer, dan baja, serta gambar teknis ortogonal berupa tampak dan potongan bangunan yang menunjukkan proporsi dan struktur secara keseluruhan.
Showroom Ferrari
Joanna Valery Purba
Perancangan showroom Ferrari ini bertujuan untuk menghadirkan fasilitas otomotif premium yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang penjualan, tetapi juga sebagai pusat pengalaman brand melalui integrasi showroom, museum, dan café. Konsep desain mengedepankan karakter modern, dinamis, dan eksklusif yang mencerminkan identitas Ferrari.
Mixed Use Building Showroom Ferrari
Agustian Geraldino Putra Kemala
Mixed Use Building Showroom Ferrari merupakan bangunan multifungsi yang menggabungkan showroom, museum, café, dan area pengelola dalam satu kesatuan desain arsitektur modern. Bangunan ini mengusung tema Speed in Architecture, yang menerjemahkan karakter mobil Ferrari ke dalam bentuk arsitektur yang dinamis, aerodinamis, dan elegan. Konsep desain bangunan terinspirasi dari bentuk dan karakter mobil Ferrari yang memiliki garis lengkung, streamline, dan kesan kecepatan. Hal ini diwujudkan melalui bentuk massa bangunan yang mengalir, fasad kaca yang modern, serta penggunaan panel metal merah sebagai identitas utama Ferrari. Bentuk bangunan dibuat berlapis (layered mass) untuk menciptakan kesan gerak dan dinamika, sehingga bangunan terlihat seperti mobil Ferrari yang sedang melaju. Secara arsitektural, bangunan ini menampilkan garis desain yang mengalir (dynamic flowing lines) dengan fasad full glass untuk memberikan kesan transparan, modern, dan terbuka. Warna merah Ferrari menjadi elemen utama yang dipadukan dengan warna hitam, metal, dan kaca untuk menciptakan kesan mewah dan futuristik. Material yang digunakan meliputi kaca, panel metal merah, beton, dan aluminium ACP yang mendukung tampilan modern serta kekuatan struktur bangunan. Pembagian fungsi bangunan dirancang secara vertikal untuk memaksimalkan sirkulasi dan efisiensi ruang. Lantai dasar berfungsi sebagai lobby, reception, café, dan area parkir untuk menyambut pengunjung. Lantai dua digunakan sebagai showroom utama dan museum Ferrari untuk menampilkan koleksi mobil dan sejarah Ferrari. Lantai tiga berfungsi sebagai area simulator, event space, dan tech gallery untuk memberikan pengalaman interaktif kepada pengunjung. Lantai empat digunakan sebagai area office, meeting room, dan VIP lounge sebagai ruang pengelola dan kegiatan administratif. Tujuan dari desain bangunan ini adalah untuk menampilkan identitas Ferrari dalam bentuk arsitektur, menciptakan pengalaman ruang yang modern dan dinamis, serta menggabungkan fungsi showroom, museum, dan café dalam satu bangunan yang ikonik. Dengan konsep ini, bangunan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pamer mobil, tetapi juga sebagai pusat pengalaman dan edukasi otomotif yang menarik bagi pengunjung.
D'CREEK PRIVATE VILLA
Komang Tri Gangga Adisukma Sukarata
Villa D’Creek merupakan hunian villa dua lantai yang dirancang sebagai akomodasi sewa eksklusif bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berlibur di Bali dengan suasana yang privat dan tenang. Berlokasi strategis di kawasan Pantai Kedungu, villa ini menjadi pilihan ideal bagi tamu yang ingin mengeksplorasi pesisir barat Bali sekaligus menikmati lingkungan yang masih asri dan jauh dari keramaian pusat kota.
Red Vault
Christine Vivianty Aliska Gabe Sinaga
Red Vault is a masterful exercise in dynamic architectural morphology, where the fluid, aerodynamic lines of a supercar are seamlessly translated into a permanent structural form as a Ferrari Showroom. The design utilizes a sophisticated cantilevered massing strategy, echoing the aggressive stance and forward momentum inherent to the Ferrari identity. Clad in a striking palette of red anodized aluminum and expansive transparent glass curtain walls, the building functions as a high-performance vessel that blurs the line between a traditional gallery and a futuristic sanctuary for automotive excellence. Spatially, the project is organized around a double-height showroom gallery that maximizes visual permeability, allowing the curated vehicles to become the focal point of the architectural experience. The structural integrity is maintained through a reinforced concrete core and high-strength carbon fiber epoxy beams, enabling vast, column-free interior spans that evoke a sense of weightlessness. Crowning the composition is the Ferrari Cafe, a refined programmatic addition that offers panoramic city views, ensuring that the 'Red Vault' serves not only as a commercial hub but as a landmark of sophisticated lifestyle and avant-garde engineering.
Antler Motion: Organic Space Frame Architecture for Porsche Innovation Center
DIMAS SEPTA MAULANA
Porsche Innovation Center merupakan eksplorasi arsitektur bentang lebar yang menggabungkan karakter desain mobil sport Porsche dengan pendekatan bentuk organik yang ekspresif dan futuristik. Konsep bangunan berangkat dari siluet aerodinamis mobil Porsche yang dikenal dengan garis lengkung dinamis, presisi, dan performa tinggi. Inspirasi tersebut kemudian dipadukan dengan elemen visual dari crest Porsche, khususnya motif tanduk rusa, yang diterjemahkan ke dalam sistem struktur rangka baja space frame melengkung yang membentang luas di atas bangunan. Struktur ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen konstruksi, tetapi juga menjadi bahasa arsitektur utama yang membentuk identitas bangunan. Rangka ruang baja yang melengkung mengikuti ritme geometris tanduk rusa, menciptakan komposisi struktur yang ringan namun kuat, sekaligus membentuk kanopi bentang lebar yang menaungi ruang utama. Di atasnya, sistem atap membran transparan dan ringan dikombinasikan dengan struktur tersebut untuk menghadirkan kesan futuristik, sekaligus memperkuat karakter teknologi tinggi yang identik dengan Porsche. Bangunan dirancang sebagai pusat inovasi empat lantai dengan massa arsitektur yang berkembang secara organik, seolah mengikuti aliran garis aerodinamis kendaraan. Setiap lantai tersusun secara dinamis dengan fasad transparan yang memungkinkan interaksi visual antara interior dan eksterior, sekaligus menonjolkan aktivitas di dalamnya. Program ruang di dalamnya mencakup berbagai fungsi yang mendukung ekosistem inovasi otomotif, seperti design studio, workshop pengembangan teknologi, laboratorium riset, ruang pamer kendaraan, serta area publik interaktif. Melalui eksplorasi hubungan antara massa bangunan, sistem struktur bentang lebar, dan pengalaman ruang, arsitektur ini dirancang sebagai representasi dari nilai inti Porsche: kecepatan, presisi, inovasi, dan performa. Hasilnya adalah sebuah bangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas teknologi dan desain, tetapi juga menjadi ikon arsitektur yang mengekspresikan semangat futuristik dan dinamika dunia otomotif.
MIXED USE BUILDING SHOWROOM FERRARI
I Gusti Kadek Denim Hamhara Tirta
Mixed Use Building: Ferrari Showroom, Museum & Café Konsep desain bangunan Ferrari Showroom, Museum, dan Café mengusung tema “Speed in Architecture”, yaitu menerjemahkan karakter mobil Ferrari yang identik dengan kecepatan, aerodinamika, dan performa tinggi ke dalam bentuk arsitektur. Konsep ini diwujudkan melalui eksplorasi bentuk bangunan yang dinamis dengan garis lengkung yang terinspirasi dari desain bodi mobil Ferrari yang streamline dan futuristik. Bentuk massa bangunan dikembangkan dari bentuk dasar geometris yang kemudian dimodifikasi menjadi bentuk berlapis dan melengkung sehingga menghasilkan kesan gerak yang dinamis, seolah-olah bangunan sedang bergerak maju seperti mobil balap. Setiap lantai dirancang dengan komposisi horizontal yang menonjol dan mengikuti garis lengkung untuk memperkuat karakter aerodinamis. Sebagai bangunan mixed use, fasilitas yang diwadahi meliputi showroom mobil Ferrari, museum otomotif, serta café sebagai ruang rekreasi. Area showroom dirancang dengan ruang yang terbuka dan transparan agar kendaraan dapat terlihat secara maksimal dari berbagai sudut pandang. Museum berfungsi sebagai ruang edukasi yang menampilkan sejarah, teknologi, serta perkembangan desain mobil Ferrari. Sementara itu, café ditempatkan pada lantai atas untuk memberikan pengalaman bersantai dengan pemandangan yang luas. Untuk mendukung fungsi showroom dan museum yang membutuhkan ruang luas tanpa banyak kolom, bangunan ini menggunakan sistem struktur bentang lebar. Sistem ini memungkinkan terciptanya ruang interior yang lebih fleksibel dan terbuka sehingga memudahkan penataan kendaraan dan area pameran. Struktur bentang lebar juga mendukung bentuk arsitektur yang dinamis serta memungkinkan penggunaan fasad kaca yang luas. Material yang digunakan pada fasad bangunan didominasi oleh kaca, panel metal, dan warna merah khas Ferrari yang merepresentasikan identitas merek tersebut. Fasad kaca transparan memberikan kesan modern sekaligus menampilkan aktivitas di dalam bangunan sebagai bagian dari daya tarik visual. Secara keseluruhan, bangunan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat penjualan kendaraan, tetapi juga sebagai destinasi wisata otomotif dan ikon arsitektur yang merepresentasikan semangat Ferrari, yaitu inovasi, performa tinggi, dan kecepatan.
statement/gagasan awal
Rossi Erlangga
Showroom Ferrari ini menonjolkan karakter modern, ikonik, dan dinamis yang merepresentasikan identitas merek Ferrari. Bentuk bangunan bertingkat dengan fasad kaca transparan memberikan kesan elegan sekaligus memungkinkan kendaraan dipamerkan secara maksimal dari luar bangunan. Penggunaan warna merah pada elemen tulisan dan interior memperkuat citra khas Ferrari sebagai simbol kecepatan, kemewahan, dan performa tinggi. Desain ini juga mengutamakan keterbukaan visual sehingga showroom tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan, tetapi juga sebagai ruang pamer yang menarik perhatian pengunjung.
House of Ferrari : Architecture of Speed
Grace Fabiyola Siahaan
House of Ferrari : merupakan bangunan mixed-use empat lantai dengan satu lantai basement yang mengintegritaskan showroom otomotif, museum brand, dan kafe dalam satu pengalaman arsitektur terpadu. Desain bangunan ini merepresentasikan filosofi Ferrari tentang kecepatan dan performa melalui bentuk bangunan streamline, komposisi massa horizontal, serta fasad dinamis yang didominasi warna merah dan kuning sebagai identitas khas Ferrari. Lantai dasar dan lantai satu berfungsi sebagai showroom utama, di mana fasad kaca transparan yang luas memungkinkan pengunjung untuk melihat kendaraan secara langsung dari luar. Pada lantai atasnya, ruang museum menghadirkan narasi mengenai sejarah, inovasi, dan perkembangan Ferrari melalui berbagai pameran, sehingga bangunan ini tidak hanya menjadi ruang komersial tetapi juga bisa menjadi destinasi budaya ,wisata, dan edukasi. Arsitektur bangunan mengekspresikan kesan gerak dan presisi melalui bentuk aerodinamis dan susunan volume berlapis, menciptakan pengalaman ruang yang mencerminkan semangat ferrari sekaligus mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi, mengamati, dan merayakan brand tersebut.
Eleganza in Movimento
Putu Adelia Diryanti
Berangkat dari karakter Ferrari yang identik dengan kecepatan, kemewahan, dan citra yang kuat. Konsep yang diangkat adalah elegansi dalam gerak, yaitu bagaimana sebuah bangunan dapat tetap terlihat tenang dan berkelas, namun pada saat yang sama terasa dinamis seperti mobil yang sedang melaju. Elemen arsitektur klasik Italia dihadirkan melalui penggunaan arch pada fasad utama. Arch ini dibuat monumental dan kokoh sebagai penegas identitas sekaligus simbol warisan dan kebanggaan Italia. Namun, elemen tersebut tidak ditampilkan secara tradisional sepenuhnya. Pada bagian dalamnya digunakan material kaca agar tetap terasa ringan dan modern, sehingga tercipta keseimbangan antara kesan solid dan transparan. Di balik fasad tersebut, massa bangunan dibentuk lebih streamline dengan garis-garis yang mengalir dan sedikit condong ke depan. Bentuk ini dimaksudkan untuk menghadirkan kesan bergerak dan progresif, sesuai dengan karakter Ferrari yang dinamis. Perpaduan antara elemen klasik pada fasad dan pendekatan modern pada bentuk massa menghasilkan tampilan yang elegan, tegas, namun tetap terasa hidup. Melalui konsep ini, bangunan diharapkan tidak hanya menjadi wadah pamer kendaraan, tetapi juga mampu menyampaikan identitas brand dan semangat Italia dalam bentuk arsitektur.
Porsche Drive Experience Museum
Zidane Ramadhan
Bangunan museum dan showroom mobil dirancang sebagai ruang yang tidak hanya menampilkan kendaraan, tetapi juga menghadirkan pengalaman arsitektur yang menarik. Bentuk bangunan dibuat modern dan dinamis untuk mencerminkan kecepatan, teknologi, dan inovasi dunia otomotif. Area museum berfungsi sebagai tempat edukasi yang menampilkan sejarah, perkembangan desain, dan teknologi mobil, sementara showroom menjadi ruang pamer yang elegan untuk memperlihatkan kendaraan secara eksklusif kepada pengunjung. Dengan tata ruang yang terbuka, pencahayaan yang baik, serta material modern seperti kaca dan logam, bangunan ini menciptakan suasana futuristik yang memperkuat identitas merek dan memberikan pengalaman visual yang berkesan bagi setiap pengunjung
PORSCHE INNOVATION CENTER
Nyoman Odiyana Wibawa
Porsche Innovation Center yang menggabungkan inspirasi bentuk mobil sport dengan pendekatan arsitektur organik. Bentuk bangunan berkembang dari siluet aerodinamis mobil Porsche dan motif tanduk pada crest Porsche, kemudian diterjemahkan menjadi struktur rangka ruang baja melengkung yang membentuk bentang lebar. Melalui eksplorasi massa, struktur, dan ruang, bangunan dirancang sebagai pusat inovasi empat lantai yang menampung fungsi seperti design studio, workshop, laboratorium riset, ruang pamer, dan area publik. Arsitektur ini tidak hanya mengekspresikan identitas kecepatan dan presisi Porsche, tetapi juga menciptakan ruang inovatif yang dinamis dan futuristik.
Gianyar Ferrari Center
Kadek Dwi Suadnyana
Desain Gianyar Ferrari Center ini mengusung visi yang melampaui fungsi showroom konvensional, dengan menghadirkan pusat gaya hidup terintegrasi yang menyatukan performa ikonik Ferrari dengan elemen budaya Bali. Konsep arsitektur parametrik diterapkan melalui fasad melengkung yang agresif dan bentuk organik yang asimetris, menciptakan ruang multifungsi yang merangkum area pameran, museum interaktif, serta kafe dan lounge eksklusif. Selain itu, gedung ini didesain sebagai titik kumpul dinamis bagi komunitas pemilik Ferrari, dengan didukung oleh fasad kaca transparan yang menekankan keterbukaan dan komitmen terhadap inovasi teknologi yang efisien energi.
The Fluid Form Showroom
Nyoman Mevanie Subakti
Desain bangunan ini mengadaptasi efisiensi aerodinamis dari bodywork mobil sport Ferrari modern ke dalam skala arsitektur. Massa bangunan empat lantai dibungkus oleh satu selubung organik yang mengalir mulus tanpa sudut tajam, menciptakan cangkang pelindung yang dinamis. Fasad eksterior memanfaatkan material metalik perak dengan aksen pencahayaan garis merah yang terintegrasi, dipadukan dengan deretan bukaan jendela berdesain air intake yang mempertegas karakter futuristik dan teknis pada keseluruhan bentuk bangunan. Di balik selubung luar tersebut, sistem struktur bentang lebar 40 meter diintegrasikan secara presisi dan disembunyikan di dalam massa bangunan. Rekayasa struktural ini dirancang khusus untuk menciptakan area showroom di lantai dasar yang sepenuhnya transparan dan bebas kolom. Transparansi ini dimaksimalkan dengan dominasi fasad kaca; bahkan sisi bawah kanopi yang menaungi area drop-off sepenuhnya menggunakan material kaca reflektif. Hal ini menghadirkan kontras visual yang kuat antara selubung metalik di atasnya dan ruang pamer di bawahnya yang sangat terbuka.
Ferrari Automotive Hub: Service, Museum, and Lifestyle Space
I Nengah Yoga Darmawan
Ferrari Automotive Hub merupakan fasilitas otomotif yang menggabungkan bengkel Ferrari, museum otomotif, dan café dalam satu kawasan di Gianyar, Bali. Gianyar dikenal sebagai salah satu pusat budaya dan pariwisata di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun internasional. Bangunan ini dirancang sebagai destinasi otomotif premium yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat servis kendaraan, tetapi juga sebagai ruang rekreasi, edukasi, dan interaksi bagi penggemar otomotif, komunitas mobil sport, wisatawan luxury, serta kolektor kendaraan klasik.
The Ferrari Gianyar Hub
Putu Diah Sedani Wijaya
The Ferrari Gianyar Hub adalah sebuah mahakarya arsitektur di Bali yang secara harmonis memadukan kecepatan desain otomotif Italia dengan kearifan lokal melalui konsep Aerodynamic Carving. Bangunan empat lantai ini mengintegrasikan fungsi modern seperti showroom, galeri sejarah Ferrari, hingga cafe atap dalam struktur yang mengadopsi prinsip aerodinamika sasis Ferrari, lengkap dengan sentuhan material lokal Bali Stone Cladding dan sistem ventilasi alami yang adaptif terhadap iklim tropis.
Parametric Futuristic Porsche Showroom: Architecture Inspired by Speed and Aerodynamics
I Kadek Agus Nesyantara
Showroom Porsche ini dirancang dengan bentuk arsitektur futuristik dan parametric yang terinspirasi dari kecepatan serta aerodinamika mobil sport. Massa bangunan dibuat organik, dinamis, dan tidak berbentuk kotak untuk menciptakan tampilan yang ikonik, modern, dan berkarakter teknologi tinggi.
Ide Porsche Center Aerodynamic Fluidity
Stefanus Yoel Tapiheru
Showroom ini dirancang sebagai Porsche Experience Center yang mengusung konsep futuristik dengan pendekatan arsitektur organik. Desainnya secara cerdas mengadopsi elemen aerodinamis kendaraan ke dalam bentuk bangunan statis
Arsitektur Dinamis Berbasis Aerodinamika pada Showroom
Made Mas Kusuma Dananjaya
konsep perancangan bangunan yang terinspirasi dari prinsip aerodinamika pada mobil, yaitu bentuk yang dirancang untuk mengalirkan udara secara halus saat kendaraan bergerak.
UNBOUND
Anak Agung Gede Surya Candra Dipurwa
Showroom ini memiliki konsep "tak terbatas" Ini merupakan sebuah pernyataan arsitektural yang berani, di mana batas-batas konvensional antara struktur, material, dan inspirasi ditiadakan. Proyek ini mewakili visi masa depan ritel otomotif yang merayakan kebebasan desain, kecepatan, dan fluiditas yang tak terbatas.
Brainstorming Ide karya Porsche Oslo Center
Gede Naulan Narotama
Karya perancangan ini merupakan eksplorasi desain untuk Porsche Center di Oslo, Norwegia, yang mengusung konsep utama "Kecepatan dalam Keheningan". Desain ini mengadopsi bentuk massa bangunan yang streamlined dan melengkung dinamis untuk merepresentasikan aerodinamika khas kendaraan Porsche, sekaligus merespons dan menyatu harmonis dengan konteks alam sekitarnya. Melalui penerapan fasad kaca transparan berskala besar yang menciptakan kesan batas ruang yang memudar (blurred boundaries), bangunan ini dirancang untuk menjadikan mobil pameran sebagai sorotan utama (Car as Hero Object). Pendekatan arsitektur ini juga sangat mengedepankan keberlanjutan melalui strategi desain responsif iklim, seperti penggunaan atap hijau ekstensif, optimalisasi penetrasi cahaya alami, dan integrasi sistem penampungan air hujan.
Porsche Performance Gallery
Alviano Brawijaya
Showroom Porsche di Jerman dirancang sebagai fasilitas yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer kendaraan, tetapi juga sebagai pusat pengalaman yang merepresentasikan identitas dan filosofi brand Porsche. Bangunan ini menampilkan konsep arsitektur modern dengan bentuk dinamis, penggunaan material kaca transparan, serta ruang interior yang terbuka untuk menciptakan hubungan visual antara kendaraan dan pengunjung. Selain sebagai tempat display kendaraan, showroom ini juga dilengkapi dengan area interaktif, ruang konsultasi pelanggan, serta fasilitas pendukung lainnya yang memberikan pengalaman mendalam terhadap teknologi dan performa kendaraan Porsche. Melalui desain arsitektur yang futuristik dan elegan, bangunan showroom ini diharapkan mampu memperkuat citra Porsche sebagai simbol performa, inovasi, dan kemewahan dalam industri otomotif.
Design Thoughts on Porsche
Ni Putu Masayu Rishanti Yusadana
Melalui eksplorasi ini, saya mencoba menelusuri asal-usul Porsche—bagaimana identitasnya terbentuk, bagaimana karakter bentuk dan garisnya berkembang, serta nilai apa yang membuatnya tetap ikonik hingga sekarang. Pemahaman ini menjadi langkah awal untuk menerjemahkan semangat Porsche ke dalam sebuah rancangan ruang. Memunculkan kesan mewah dan eksklusif yang menjadi ciri khasnya, setiap gagasan yang ditemukan diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam merancang sebuah showroom yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman dan karakter Porsche itu sendiri.
Sculpting Velocity: The Porsche Experience Pavilion
I Gusti Ayu Agung Rahayu Aryatni Putri
Showroom ini dirancang sebagai ekspresi arsitektur dari kecepatan, presisi, dan kemewahan Porsche. Bentuk bangunan yang dinamis dengan bentang lebar menciptakan kesan gerak yang kuat, sementara fasad kaca transparan menampilkan kendaraan sebagai pusat perhatian. Interior bernuansa krem hangat menghadirkan atmosfer elegan, eksklusif, dan imersif, menjadikan ruang ini bukan sekadar showroom, tetapi sebuah ikon pengalaman Porsche.
Gallery of Speed
Ni Made Sarita Ayu Maharani
Bangunan diperlakukan sebagai sebuah sculpture skala arsitektur yang terinspirasi dari desain mobil. Bentuk bangunan dibuat seperti sebuah volume yang dipahat oleh aliran udara, menghasilkan atap dengan kurva lembut dan dinamis. Konsep ini sesbuai dengan tujuan dari desain yang dapat menampilkan wujud bangunan hybrid konteks Bali dan negara produsen (Jerman). Hal tersebut sesuai dengan desain dari brand porsche sendiri yaitu aerodinamis, agresif, presisi. Struktur bentang lebar memungkinkan interior bebas kolom sehingga mobil dapat dipamerkan secara fleksibel.
FASE 2 — DATA & ANALISIS SITE
Bobot: 10%
Analisis site
Jemima Joy Krisanti
Gambar ini merupakan papan analisis site untuk perancangan bangunan mixed-use yang terdiri dari showroom, café, retail, dan museum di kawasan Gianyar, Bali. Visualisasi menampilkan lokasi tapak lengkap dengan peta, aksesibilitas jalan utama, serta kedekatan dengan fasilitas sekitar. Selain itu, terdapat analisis iklim dan orientasi matahari yang menunjukkan arah penyinaran, suhu, serta kondisi lingkungan sebagai dasar penentuan desain bangunan. Di bagian tengah ditampilkan ilustrasi desain bangunan sebagai fokus utama, sementara di sekelilingnya terdapat pembagian zoning dan fungsi ruang seperti area café, retail, dan museum. Diagram juga memperlihatkan pembagian luas lahan, sirkulasi, serta organisasi kawasan. Bagian akhir menampilkan potensi dan kendala tapak, seperti peluang pengembangan dan batasan kondisi lingkungan, yang kemudian dirangkum menjadi arahan desain sebagai dasar konsep arsitektur yang responsif terhadap konteks site.
Data and Analysis Site Showroom ferrari
Joanna Valery Purba
Analisis site dilakukan untuk memahami kondisi lingkungan, iklim, aksesibilitas, dan potensi tapak. Hasil analisis ini menjadi dasar dalam menentukan respon desain, seperti pengolahan fasad, zoning, serta sistem sirkulasi guna menciptakan bangunan yang nyaman, efisien, dan kontekstual
House of Ferrari : Pemahaman Brief hingga Analisis Site
Grace Fabiyola Siahaan
Proses awal perancangan mixed-use building dengan fungsi showroom, museum, dan kafe, dimulai dari pemahaman brief, tinjauan pustaka, penentuan spesifikasi rancangan, studi preseden, hingga pemilihan tapak. Vidio ini membahas bagaimana sebuah showroom otomotif premium dapat berkembang menjadi ruang pengalaman yang tidak hanya bersifat komersial, tetapi juga naratif dan rekreatif. Berlanjut ke analisis tapak; yang menjadi dasar keputusan desain, mencakup aspek iklim mikro, potensi ventilasi alami, kondisi tanah, serta tantangan drainase dan kenyamanan lingkungan. Melalui rangkaian analisis, ini menjadi landasan konseptual menuju tahap pengembangan desain arsitektur pada proses perancangan berikutnya
PEMAHAMAN SITE
Putu Adelia Diryanti
Tapak perancangan berada pada kawasan perdagangan dan jasa di Jl. Dharma Giri, Gianyar, yang memiliki aksesibilitas tinggi serta visibilitas langsung dari jalan arteri utama. Kondisi ini memberikan potensi besar dalam mendukung fungsi komersial seperti showroom otomotif. Secara fisik, tapak memiliki luas yang cukup besar dengan bentuk tidak beraturan, sehingga memerlukan strategi pengolahan massa yang adaptif agar tetap efisien dan optimal. Dari aspek lingkungan, site berada pada iklim tropis lembab dengan intensitas matahari tinggi, arah angin dominan barat–timur, serta curah hujan yang cukup besar, sehingga desain perlu merespon melalui orientasi bangunan, shading, ventilasi alami, dan sistem drainase yang baik. Selain itu, kondisi sekitar yang didominasi jalan utama menimbulkan potensi kebisingan dan polusi di bagian depan tapak, namun sekaligus memberikan nilai lebih dari segi eksposur dan kemudahan akses. Dengan demikian, pemahaman site ini menjadi dasar dalam merumuskan arah desain yang tidak hanya fungsional, tetapi juga responsif terhadap konteks lingkungan, iklim, serta karakter kawasan.
PEMAHAMAN SITE
Putu Diah Sedani Wijaya
Pemilihan site menjadi langkah awal yang sangat menentukan dalam keberhasilan perancangan showroom otomotif. Berdasarkan hasil analisis, site terpilih memiliki potensi yang kuat karena berada pada jalur arteri utama dengan tingkat aksesibilitas dan visibilitas yang tinggi. Luas lahan yang besar serta kondisi topografi yang relatif datar memberikan fleksibilitas dalam pengolahan desain, meskipun bentuk lahan yang irregular menjadi tantangan yang dapat diolah sebagai peluang desain. Dari aspek lingkungan, site berada pada zona perdagangan dan jasa yang sesuai dengan fungsi bangunan, serta didukung oleh fasilitas sekitar yang memadai. Kondisi iklim tropis dengan intensitas matahari tinggi dan arah angin tertentu menuntut respon desain berupa shading dan ventilasi alami, sementara aspek teknis seperti tanah dan hidrologi memerlukan sistem pondasi dan drainase yang tepat. Selain itu, tingginya aktivitas lalu lintas dan kebisingan di area depan site mendorong penerapan strategi sirkulasi dan zoning yang jelas. Secara keseluruhan, site ini memiliki keunggulan yang signifikan dan layak dikembangkan dengan pendekatan desain yang responsif terhadap kondisi tapak.
Pemahaman Tugas & Analisis Site
Nyoman Mevanie Subakti
Video ini menjelaskan proses pemahaman site sebagai dasar pembentukan arah desain showroom Ferrari di Gianyar. Analisis mencakup konteks kawasan, potensi visual, iklim, dan sirkulasi, yang kemudian direspon melalui strategi desain yang terarah. Studi preseden digunakan sebagai pembanding untuk memperkuat pendekatan dalam menciptakan bangunan dengan pengalaman ruang yang kuat, sistem yang terkontrol, serta representasi identitas brand secara arsitektural.
PEMAHAMAN & ANALISIS SITE
Agustian Geraldino Putra Kemala
Kondisi tapak di Gianyar menunjukkan bahwa pendekatan perancangan arsitektur tidak dapat dilepaskan dari konteks iklim tropis yang menjadi karakter utama kawasan. Intensitas penyinaran matahari yang cukup tinggi sepanjang tahun menjadi salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam merancang bangunan, terutama dalam pengolahan fasad dan bukaan. Oleh karena itu, konsep transparansi pada bangunan tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual untuk menampilkan aktivitas di dalam showroom, tetapi juga harus mampu merespon kondisi termal agar kenyamanan ruang tetap terjaga. Penerapan fasad kaca, shading, overhang, serta penggunaan material yang adaptif terhadap panas menjadi strategi yang dapat mendukung efisiensi energi sekaligus menciptakan kualitas ruang yang nyaman bagi pengunjung. Selain aspek iklim, karakter kawasan Gianyar yang memiliki potensi wisata juga menjadi pertimbangan penting dalam perancangan. Keberadaan site yang berada pada lokasi strategis memberikan peluang bagi bangunan showroom Ferrari untuk berperan sebagai ikon kawasan sekaligus destinasi arsitektur. Bangunan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan atau pameran mobil, tetapi juga sebagai ruang publik yang mampu menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk datang, menikmati pengalaman ruang, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian, desain bangunan perlu memperhatikan aspek visual, orientasi bangunan, serta keterbukaan terhadap ruang luar agar tercipta hubungan yang harmonis antara bangunan dan kawasan sekitarnya. Di sisi lain, posisi site yang berada di area dengan akses jalan utama menuntut adanya pengaturan sirkulasi yang jelas dan terstruktur. Pemisahan antara jalur pengunjung, kendaraan pribadi, dan kendaraan operasional menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kelancaran aktivitas serta keamanan di dalam kawasan. Area parkir, drop-off, jalur servis, dan akses masuk bangunan harus dirancang secara terintegrasi agar tidak menimbulkan konflik pergerakan. Pengaturan sirkulasi ini juga bertujuan untuk memberikan pengalaman ruang yang nyaman bagi pengunjung sejak memasuki kawasan hingga menuju area showroom, museum, maupun café. Dengan mempertimbangkan aspek iklim tropis, potensi wisata kawasan, serta kebutuhan sirkulasi yang efektif, perancangan bangunan showroom Ferrari di Gianyar tidak hanya berfokus pada pemenuhan fungsi ruang, tetapi juga pada upaya merespon kondisi lingkungan secara kontekstual dan kritis. Pendekatan desain ini diharapkan mampu menghasilkan bangunan yang adaptif terhadap iklim, memiliki nilai estetika yang kuat, serta mampu menjadi landmark kawasan yang mendukung perkembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Pemahaman Analisis Site, Gianyar
Christine Vivianty Aliska Gabe Sinaga
Analisis tapak merupakan proses "mendengarkan" apa yang ingin disampaikan oleh sebidang tanah sebelum kita menorehkan rancangan di atasnya. Dalam dunia arsitektur, ini bukanlah sekadar mengukur panjang dan lebar batas kepemilikan, melainkan sebuah dialog intim antara perancang dan semesta di mana bangunan itu kelak akan bernapas. Pada fase ini, kita mengamati tarian matahari dari timur ke barat, merasakan embusan arah angin, meraba kontur tanah, hingga membaca arus kehidupan kota lalu lintas, bising kendaraan, dan budaya masyarakat yang berlalu-lalang di sekitarnya. Dalam konteks perancangan showroom Ferrari di kawasan strategis Gianyar, analisis tapak berfungsi sebagai instrumen vital untuk mengharmonisasikan identitas dinamis brand dengan karakteristik lingkungan tropis. Karakteristik lahan ini menuntut rancangan bangunan yang memiliki visibilitas tinggi sebagai etalase premium yang menonjolkan estetika eksklusif Ferrari, sekaligus memerlukan sistem sirkulasi yang terstruktur untuk menciptakan alur kedatangan yang representatif dan elegan. Melalui kajian tapak yang komprehensif, "Red Vault" dikembangkan bukan sebagai struktur yang mendominasi atau mengabaikan lingkungannya, melainkan sebagai fasilitas arsitektural yang responsif terhadap iklim, mampu mengoptimalkan pencahayaan alami, serta berintegrasi secara selaras dengan konteks tata ruang di Bali.
PEMAHAMAN SITE (kriteria pemilihan site)
Ni Putu Masayu Rishanti Yusadana
Pemilihan site untuk perancangan showroom dan experience center Porsche didasarkan pada pertimbangan utama seperti aksesibilitas tinggi, visibilitas yang kuat, serta kesesuaian dengan target pasar premium. Alternatif Site 1 terpilih yang berlokasi di Jl. Bypass Ngurah Rai, Benoa, Badung Selatan memiliki keunggulan berupa lokasi strategis pada jalan arteri utama, kedekatan dengan kawasan wisata, serta kapasitas lahan yang memadai dan fleksibel untuk mendukung kebutuhan fungsi bangunan. Selain itu, site ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai landmark arsitektur yang merepresentasikan identitas brand Porsche. Meskipun terdapat beberapa tantangan seperti kepadatan lalu lintas dan kondisi tapak yang tidak beraturan, hal tersebut dapat diatasi melalui strategi perancangan yang tepat, seperti pengaturan sirkulasi, zonasi ruang, serta respon terhadap iklim dan lingkungan.
PEMAHAMAN & ANALISIS SITE
Kadek Dwi Suadnyana
Kondisi site di Gianyar menunjukkan bahwa pendekatan desain tidak dapat dilepaskan dari konteks iklim tropis dan karakter kawasan yang memiliki potensi wisata. Intensitas matahari yang tinggi menuntut pengolahan fasad yang lebih adaptif, sehingga transparansi tidak hanya berfungsi secara visual, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan termal. Di sisi lain, posisi site yang strategis membuka peluang untuk menjadikan bangunan sebagai destinasi, bukan sekadar fasilitas komersial. Hal ini memunculkan kebutuhan akan pengaturan sirkulasi yang jelas, terutama dalam memisahkan pergerakan pengunjung dan kendaraan operasional. Dengan demikian, perancangan tidak hanya berangkat dari kebutuhan fungsi, tetapi juga dari upaya merespon kondisi lingkungan secara kontekstual dan kritis.
ANALISIS SITE
Nyoman Odiyana Wibawa
analisis difokuskan pada beberapa aspek utama. Pertama, aksesibilitas dan sirkulasi, di mana posisi site terhadap jalan utama menjadi faktor kunci untuk memaksimalkan visibilitas dan kemudahan pencapaian, baik bagi kendaraan pribadi maupun operasional. Kedua, kondisi lingkungan seperti arah matahari dan angin, yang berpengaruh pada kenyamanan termal dan penempatan massa bangunan. Ketiga, kondisi topografi dan bentuk lahan, yang menentukan pola penataan massa,apakah linear, terpusat, atau cluster.
Anlisis Site Mixed Use Building
Alviano Brawijaya
Analisis site adalah proses memahami kondisi lahan untuk menghasilkan desain yang sesuai dengan konteks. Aspek yang dikaji meliputi kondisi fisik seperti topografi, bentuk lahan, akses, serta faktor iklim seperti matahari dan angin. Selain itu, diperhatikan juga lingkungan sekitar, sirkulasi, potensi view, dan aturan seperti KDB, KLB, serta zonasi. Hasil analisis ini menjadi dasar dalam menentukan konsep, penempatan massa bangunan, dan strategi desain agar bangunan optimal, nyaman, dan selaras dengan lingkungan.
Pemahaman dan analisis site
Rossi Erlangga
Site berlokasi di gianyar bali. Site berbatasan langsung dengan jalan utama di sisi barat yang memiliki lalu lintas cukup ramai sehingga memberikan potensi aksesibilitas dan visibilitas yang tinggi, namun juga menimbulkan kebisingan. Di sisi utara terdapat jalan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai akses sekunder, sementara sisi timur dan selatan didominasi oleh kawasan permukiman yang cenderung lebih tenang. Di sekitar site juga terdapat fungsi pendukung seperti area komersial dan fasilitas pendidikan yang berpotensi meningkatkan aktivitas pengguna. Selain itu, arah angin dominan dari timur ke barat dapat dimanfaatkan untuk penghawaan alami, sedangkan paparan matahari terutama dari arah barat perlu direspon melalui strategi desain untuk menjaga kenyamanan termal bangunan.
ANALISIS SITE SHOWROOM PORSCHE BALI
Gede Naulan Narotama
Porsche Experience Center Bali ini menampilkan analisis tapak komprehensif seluas 2 hektar di kawasan Benoa, Badung Selatan, yang mengintegrasikan aspek teknis dengan konteks lokal secara harmonis. Desain bangunan menonjolkan fasad parametrik yang terinspirasi dari pola tradisional Bali serta atap aerodinamis yang berfungsi optimal untuk aliran angin dan manajemen air hujan tropis. Dengan mempertimbangkan topografi lahan limestone yang datar dan aksesibilitas melalui jalan arteri primer, konsep arsitekturnya berhasil memadukan identitas otomotif yang modern dengan sensitivitas sosial-budaya setempat guna menciptakan sebuah pusat pengalaman yang ikonik di Bali.
Analisis Tapak untuk Perancangan Showroom dan Experience Center di daerah Badung Selatan
Ni Made Sarita Ayu Maharani
Proyek ini memiliki tantangan yang sangat menarik: bagaimana kita menyatukan identitas teknologi presisi tinggi dan kemewahan khas Porsche, dengan pendekatan arsitektur di bali dan respons iklim tropis dan pemilihan tapak menjadi pertimbangan yang harus sangat diperhatikan untuk memaksimalkan potensi bangunan komersial ini
Site Analysis Showroom & Experience Center
Stefanus Yoel Tapiheru
Site yang digunakan dalam perancangan ini berada di kawasan yang cukup strategis dengan akses langsung dari jalan utama, sehingga memiliki tingkat keterjangkauan dan visibilitas yang tinggi. Kondisi ini memberikan potensi besar bagi bangunan untuk mudah dikenali dan diakses oleh pengguna. Secara lingkungan, area sekitar site didominasi oleh aktivitas perkotaan dengan karakter yang cukup dinamis, sehingga perancangan perlu menyesuaikan dengan konteks yang ada agar tetap selaras. Dari segi iklim, site mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup tinggi, terutama pada sisi tertentu, sehingga perlu adanya respon desain untuk mengurangi panas berlebih. Selain itu, arah angin juga menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kenyamanan melalui ventilasi alami. Dengan kondisi tersebut, site memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan menjadi bangunan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga responsif terhadap lingkungan sekitar.”
Pemahaman & Penetapan Site
Anak Agung Gede Surya Candra Dipurwa
Site Pada Jl. Bypass Ngurah Rai, Benoa, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung ditetapkan sebagai lokasi terpilih untuk perancangan showroom Porsche, karena pada site tersebut merupakan daerah pariwisata dan juga memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi showroom mobil
Analisis Site serta Gagasan Reinterpretasi Identitas Lokal pada Bangunan Showroom & Lifestyle Pavili
Made Mas Kusuma Dananjaya
Kajian ini mengulas analisis tapak sebagai langkah awal yang krusial dalam proses perancangan arsitektur, khususnya pada proyek showroom dan lifestyle pavilion. Proses analisis dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan aspek aksesibilitas, kondisi lingkungan, karakter kawasan, serta berbagai potensi dan permasalahan yang terdapat pada site. Dalam konteks ini, analisis site tidak hanya berperan sebagai upaya memahami kondisi eksisting, tetapi juga menjadi dasar dalam merumuskan gagasan desain yang mampu mereinterpretasi identitas lokal ke dalam bentuk arsitektur yang lebih kontemporer. Melalui pendekatan tersebut, hasil analisis diharapkan dapat melahirkan strategi perancangan yang responsif terhadap konteks, selaras dengan nilai-nilai lokal, serta berkelanjutan. Dengan demikian, desain showroom dan lifestyle pavilion yang dihasilkan tidak hanya optimal dari segi fungsi dan kenyamanan, tetapi juga memiliki keterkaitan kuat dengan lingkungan sekitar serta mampu menghadirkan karakter lokal dalam ekspresi arsitektur modern.
ANALISIS SITE FOR MIXED USE BUILDING
I Gusti Kadek Denim Hamhara Tirta
Site yang kami analisis berada di Kabupaten Gianyar, Bali, yang dikenal sebagai kawasan dengan karakter budaya yang kuat serta potensi pariwisata yang tinggi. Hal ini menjadi nilai penting karena bangunan yang dirancang tidak hanya berfungsi secara komersial, tetapi juga harus mampu merespon konteks lokal dan lingkungan sekitarnya. Dari aspek lokasi, site berada pada kawasan yang cukup strategis dengan tingkat aktivitas yang relatif tinggi. Kedekatan dengan pusat aktivitas dan jalur utama menjadikan site ini memiliki visibilitas yang baik, sehingga sangat mendukung fungsi showroom yang membutuhkan exposure tinggi terhadap pengunjung.
ANALISIS SITE MIXED USE BUILDING
Zidane Ramadhan
Analisis site dilakukan untuk memahami kondisi fisik, lingkungan, dan konteks tapak sebagai dasar perancangan bangunan. Kajian meliputi letak dan orientasi tapak, aksesibilitas, kondisi iklim (arah matahari dan angin), topografi, vegetasi, serta hubungan tapak dengan lingkungan sekitar. Hasil analisis ini menjadi acuan dalam menentukan zonasi, orientasi massa bangunan, strategi pencahayaan dan penghawaan alami, serta respons desain terhadap potensi dan kendala tapak agar bangunan yang dirancang kontekstual, nyaman, dan berkelanjutan.
Analisis dan Penetapan Tapak untuk Perancangan Showroom dan Experience Center Porsche di Bali Selata
I Gusti Ayu Agung Rahayu Aryatni Putri
Kajian ini membahas analisis tapak sebagai tahapan awal dalam proses perancangan arsitektur. Analisis dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti aksesibilitas, kondisi lingkungan, karakter kawasan, serta potensi dan permasalahan yang terdapat pada site. Melalui pemahaman tersebut, analisis tapak tidak hanya berfungsi sebagai identifikasi kondisi eksisting, tetapi juga sebagai dasar dalam merumuskan strategi desain yang responsif, kontekstual, dan berkelanjutan. Hasil analisis ini diharapkan mampu menjadi landasan dalam menciptakan perancangan yang optimal, baik dari segi fungsi, kenyamanan, maupun keterkaitan dengan lingkungan sekitar.
SHOWROOM PORSCHE
I Kadek Agus Nesyantara
Site terletak di kawasan Nusa Dua, Bali, yang memiliki karakter sebagai area pariwisata dengan visibilitas dan aksesibilitas yang tinggi. Lokasi yang terhubung dengan jalan utama memudahkan pencapaian, namun memerlukan pengolahan sirkulasi kendaraan yang baik. Bangunan diarahkan menghadap jalan untuk memaksimalkan eksposur visual dan potensi sebagai landmark. Kondisi site yang terbuka memungkinkan pengolahan landscape sebagai elemen peneduh dan peredam kebisingan. Selain itu, iklim tropis menjadi pertimbangan dalam penggunaan shading dan penghawaan alami, serta bentuk site yang tidak beraturan menjadi potensi dalam pengembangan massa bangunan yang dinamis.
Kajian Bangunan Bentang Lebar: Studi Preseden dan Programming Isu dalam Perancangan Arsitektur
DIMAS SEPTA MAULANA
Konten ini menyajikan pembahasan mengenai bangunan bentang lebar melalui pendekatan studi preseden dan identifikasi programming isu dalam proses perancangan arsitektur. Analisis meliputi aspek bentuk, sistem struktur, material, serta kebutuhan dan fleksibilitas ruang.
Gedung Nutrition, IoT Lab. & Kandang Ternak - Fakultas Peternakan
Dan Fieri Hernanda K.
Laporan Harian (Minggu 1) - PPAr 05
FASE 3 — PROGRAMMING
Bobot: 10%
Program ruang & kriteria konsep
Jemima Joy Krisanti
Gambar ini merupakan board kriteria konsep arsitektur untuk bangunan mixed-use bentang lebar (4 lantai dan parkir basement) dengan fungsi utama sebagai showroom mobil. Desain menampilkan bangunan modern dengan fasad kaca luas yang menciptakan kesan transparan, terbuka, dan eksklusif, serta memperlihatkan aktivitas interior dari luar. Isi board menjelaskan pembagian fungsi tiap lantai, yaitu showroom di lantai 1, cafe & retail di lantai 2, museum di lantai 3, kantor pengelola di lantai 4, serta area parkir dan servis di basement. Selain itu, terdapat berbagai isu perancangan seperti isu manusia dengan konsep monumental space (double/triple height), isu lingkungan dengan penggunaan kaca low-e dan double glazing, isu budaya melalui penerapan prinsip arsitektur Bali, isu keamanan dengan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif, serta isu teknologi berupa penggunaan oil separator dan grease trap. Bagian bawah board juga menampilkan konsep penataan ruang dan sirkulasi, termasuk pemisahan jalur servis dan publik untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan. Secara keseluruhan, gambar ini menggambarkan pendekatan desain yang modern, fungsional, dan kontekstual, dengan perhatian pada aspek kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan.
Programming Showroom Ferrari
Joanna Valery Purba
Programming ruang disusun berdasarkan kebutuhan pengguna, fungsi bangunan, serta pola aktivitas yang terjadi. Melalui pengaturan organisasi ruang, zoning, dan sirkulasi, perancangan ini bertujuan menciptakan pengalaman ruang yang optimal serta mendukung fungsi showroom sebagai pusat komersial dan brand experience.
House of Ferrari : Programming, Criteria, and Concepts
Grace Fabiyola Siahaan
Hasil analisis diterjemahkan menjadi landasan perancangan yang lebih terstruktur melalui penyusunan program fungsional, program arsitektural, dan program performansi. Kebutuhan ruang tidak hanya disusun berdasarkan fungsi utama showroom, museum, dan kafe, tetapi juga berdasarkan karakter pengguna, pola aktivitas, kapasitas, hubungan antar ruang, serta kualitas pengalaman yang ingin dibangun di dalam bangunan. Dengan demikian, ruang tidak dipahami sekadar sebagai wadah aktivitas, melainkan sebagai sistem yang mengatur alur, interaksi, kenyamanan, dan citra ruang secara menyeluruh. Dari tahap tersebut, berbagai isu desain kemudian dirumuskan menjadi kriteria arsitektural yang lebih konkret, mulai dari aspek manusia, iklim, budaya, keamanan, teknologi, hingga sirkulasi. Seluruhnya menjadi dasar dalam membentuk konsep rancangan yang mencakup zonasi tapak, orientasi massa, pola sirkulasi, struktur, utilitas, pencahayaan, serta pendekatan desain yang responsif terhadap konteks dan identitas Ferrari.
PROGRAMMING, KRITERIA & KONSEP
Putu Adelia Diryanti
Berdasarkan pemahaman site dan kebutuhan fungsi, perancangan diawali dengan penyusunan programming ruang yang terorganisir melalui pembagian zonasi menjadi publik, semi publik, privat, dan servis. Pembagian ini bertujuan untuk menghindari konflik aktivitas serta menciptakan alur ruang yang jelas dan efisien. Konsep desain kemudian dikembangkan dengan menekankan pada keterpaduan antara sirkulasi, kenyamanan, dan pengalaman ruang. Sirkulasi dirancang terpisah antara pengunjung, kendaraan, dan servis, baik pada skala tapak maupun bangunan, guna meningkatkan keamanan dan kelancaran pergerakan. Dari aspek kriteria, desain merespon kondisi iklim tropis melalui strategi pasif seperti orientasi bangunan, penggunaan shading, ventilasi silang, serta pemilihan material yang mendukung kenyamanan termal. Selain itu, aspek ergonomi, aksesibilitas universal, serta kualitas visual juga menjadi pertimbangan utama dalam menciptakan ruang yang inklusif dan nyaman. Secara keseluruhan, konsep dan kriteria desain ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan fungsi, tetapi juga pada pembentukan identitas arsitektur yang kuat, fleksibel, serta mampu memberikan pengalaman ruang yang optimal bagi pengguna.
PROGRAMMING
Putu Diah Sedani Wijaya
Programming dan kriteria dalam perancangan showroom ini saling berkaitan sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan ruang dan pemilihan site yang tepat. Programming disusun untuk mengakomodasi seluruh aktivitas utama, penunjang, dan operasional melalui pembagian ruang yang terintegrasi dan memiliki hubungan yang jelas, sehingga tercipta alur kegiatan yang efisien dan mendukung pengalaman pengguna. Sementara itu, kriteria digunakan sebagai acuan dalam mengevaluasi site berdasarkan aspek aksesibilitas, visibilitas, kondisi fisik lahan, lingkungan, serta potensi pengembangan. Dengan menggabungkan kedua aspek ini, perancangan dapat menghasilkan bangunan showroom yang tidak hanya sesuai fungsi, tetapi juga optimal secara lokasi, nyaman digunakan, dan mampu mendukung keberhasilan desain secara keseluruhan.
Pemahaman Programming
Nyoman Mevanie Subakti
Video ini menjelaskan proses penyusunan programming yang meliputi program fungsional, arsitektural, dan performansi sebagai dasar perancangan showroom Ferrari di Gianyar. Hubungan antar ruang disusun berdasarkan alur pengalaman pengguna, dengan pemisahan zona publik, servis, dan pengelola. Kriteria desain dirumuskan untuk memastikan bangunan mampu menghadirkan pengalaman ruang yang terarah, efisien, serta merepresentasikan identitas brand secara kuat.
Programming & Kriteria Konsep
Christine Vivianty Aliska Gabe Sinaga
Fase programming dan penyusunan kriteria konsep menjadi fondasi krusial untuk menerjemahkan kompleksitas operasional showroom Ferrari ke dalam rumusan spasial yang terukur dan logis. Tahapan ini memetakan seluruh matriks kebutuhan ruang—mulai dari alur pengunjung, area eksibisi, fasilitas servis, hingga ruang penunjang gaya hidup—guna memastikan efisiensi sirkulasi dan fleksibilitas fungsi. Selaras dengan hal tersebut, kriteria desain dirumuskan untuk merepresentasikan identitas ikonis merek melalui wujud arsitektur yang dinamis, struktur bentang lebar dengan visibilitas fasad transparan, serta performa bangunan yang tetap responsif terhadap lingkungan sekitar. Sebagai sintesis dari tuntutan kapasitas program ruang dan ambisi visual tersebut, kami secara definitif menetapkan lahan seluas 1,1 hektar di kawasan Jl. Bypass Dharma Giri, Gianyar sebagai kanvas pengembangan. Luasan area ini dinilai paling proporsional dan ideal karena tidak hanya mampu mengakomodasi integrasi utuh dari massa bangunan "RED VAULT", tetapi juga menyediakan ruang terbuka yang lapang untuk kelancaran manuver kendaraan sport, fasilitas event outdoor, serta area lanskap transisi yang semakin mempertegas kemewahan dan eksklusivitas kawasan.
PROGRAMMING, KRITERIA DESAIN SERTA KONSEP BANGUNAN SHOWROOM BRAND PORCSHE
Ni Putu Masayu Rishanti Yusadana
Bangunan Porsche Experience Pavilion dirancang sebagai bangunan mixed-use dengan fungsi utama showroom yang didukung oleh experience center dan lifestyle pavilion. Perancangan mengutamakan hubungan ruang yang terintegrasi secara vertikal dari basement hingga empat lantai, dengan pembagian zonasi berdasarkan tingkat privasi dan fungsi. Basement difokuskan pada area servis dan utilitas, sementara lantai dasar menjadi pusat aktivitas publik dengan ruang bentang lebar untuk showroom. Lantai atas secara bertahap mengakomodasi fungsi pengalaman, pengelola, hingga area VIP yang lebih privat. Melalui konsep ini, bangunan tidak hanya berfungsi sebagai tempat komersial, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang berurutan, efisien, dan mencerminkan identitas brand secara kuat.
PROGRAMMING, KRITERIA, & KONSEP AWAL
Kadek Dwi Suadnyana
Perancangan showroom Ferrari dipahami tidak hanya sebagai wadah fungsi penjualan, tetapi sebagai ruang yang membangun pengalaman dan memperkuat identitas brand. Pendekatan mixed-use yang menggabungkan showroom, kafe & restoran, serta museum dipandang sebagai strategi untuk memperluas interaksi pengguna, sehingga bangunan tidak berhenti pada aktivitas komersial, tetapi berkembang menjadi destinasi. Namun, integrasi fungsi ini menuntut kejelasan dalam pengolahan ruang dan sirkulasi agar tidak mengurangi karakter eksklusif Ferrari. Oleh karena itu, kriteria desain diarahkan pada fleksibilitas ruang, kejelasan alur, serta ekspresi arsitektur yang mampu merepresentasikan karakter aerodinamis dan performatif. Konsep yang diusulkan berangkat dari pemikiran bahwa pengalaman ruang harus dibentuk secara bertahap, di mana sirkulasi menjadi elemen utama dalam membangun narasi dan keterlibatan pengguna.
PROGRAMING DAN KRITERIA
Nyoman Odiyana Wibawa
Programming dan kriteria perancangan menjadi dasar dalam menyusun kebutuhan ruang dan arah desain showroom seluas ±2 hektar. Programming mencakup fungsi utama seperti area display kendaraan, konsultasi, dan serah terima, didukung fungsi penunjang seperti lounge, kafe, dan experience area, serta fungsi pengelola dan servis untuk operasional bangunan. Kriteria perancangan menekankan pada sirkulasi yang jelas antara pengunjung dan kendaraan, bentuk arsitektur dengan bentang lebar tanpa kolom, serta fasad yang ikonik. Selain itu, desain harus merespon kondisi iklim untuk kenyamanan termal, didukung sistem teknis yang baik, sehingga mampu menciptakan ruang yang fungsional, nyaman, dan memberikan pengalaman yang optimal bagi pengunjung.
PROGRAMMING SHOWROOM PORSCHE BALI
Gede Naulan Narotama
"Porsche Programming" ini mengusung konsep arsitektur futuristik yang memadukan estetika desain kendaraan premium dengan fungsionalitas ruang yang dinamis. Desain bangunan menonjolkan fasad organik dengan material palet perak metalik, kisi-kisi kayu hangat, serta struktur space-frame ikonik yang terinspirasi langsung dari garis aerodinamis unit Porsche di dalamnya. Melalui integrasi antara area Showroom utama, Experience Center, serta fasilitas pendukung yang terzonasi secara sistematis dalam diagram blok 3D, konsep ini menciptakan ruang yang inklusif bagi civitas—mulai dari interaksi elegan antara pelanggan dan staf profesional hingga kenyamanan area lounge mewah yang bermandikan cahaya alami melalui bukaan kaca melengkung yang luas.
Konsep & Kriteria Merancang Bangunan Bentang Lebar
Alviano Brawijaya
Konsep bangunan bentang lebar berfokus pada penciptaan ruang luas tanpa banyak kolom sehingga menghasilkan fleksibilitas tinggi dan visual yang terbuka. Desainnya menekankan integrasi antara sistem struktur (seperti baja, space frame, atau kabel) dengan estetika, sehingga struktur tidak hanya berfungsi secara teknis tetapi juga menjadi elemen visual utama. Kriteria perancangannya meliputi kekuatan dan stabilitas struktur terhadap berbagai beban, serta pemilihan sistem yang tepat. Ruang harus fungsional dan fleksibel untuk berbagai aktivitas tanpa hambatan. Material yang digunakan perlu ringan namun kuat agar efisien. Selain itu, kenyamanan ruang seperti pencahayaan, ventilasi, dan suhu harus diperhatikan. Dari sisi estetika, bangunan harus memiliki karakter yang kuat dan inovatif, serta dari sisi konstruksi harus efisien dan ekonomis agar mudah direalisasikan.
Programing dan kriteria desain yang menjadi dasar konsep perancangan
Rossi Erlangga
Konsep perancangan showroom otomotif premium ini menekankan pada bentuk bangunan yang modern, transparan, dan representatif terhadap karakter produk, dengan komposisi massa horizontal bertingkat yang menciptakan kesan elegan dan dinamis. Bangunan dirancang terbuka dengan dominasi kaca untuk memaksimalkan visual display kendaraan serta hubungan dengan lingkungan sekitar. Penataan site mengutamakan aksesibilitas dan sirkulasi yang jelas antara pengunjung dan kendaraan, sementara pencahayaan dan ventilasi alami dioptimalkan melalui bukaan lebar untuk menciptakan kenyamanan ruang. Penggunaan material seperti kaca, baja, dan aluminium memperkuat kesan modern dan premium, didukung dengan interior minimalis yang menghadirkan pengalaman ruang yang nyaman, eksklusif, dan fungsional bagi pengunjung.
PORSCHE Showroom & Experience Center : PROGRAMMING
Ni Made Sarita Ayu Maharani
Rancangan Porsche Showroom & Experience Center ini mengintegrasikan presisi teknologi Jerman dengan konteks lokal Bali melalui pemrograman ruang vertikal yang strategis di atas lahan seluas 1,8 hektar memadukan fungsi Main Showroom berbentang lebar 40 meter, Lifestyle Pavilion, dan Experience Center. Programming rancangan desain bisa dilihat pada penjelasan brief singkat berikut
Kriteria Perancangan sebagai dasar konsep showroom
Stefanus Yoel Tapiheru
Kriteria dan konsep perancangan yang disusun berdasarkan hasil analisis site. Kriteria perancangan meliputi aspek fungsionalitas, kenyamanan, aksesibilitas, serta kemampuan struktur dalam mendukung bentang lebar pada bangunan showroom. Selain itu, bangunan juga dirancang untuk memiliki karakter visual yang modern, elegan, dan representatif terhadap brand. Berdasarkan kriteria tersebut, dikembangkan konsep perancangan yang mencakup pengolahan zonasi tapak, pengaturan sirkulasi, serta respon terhadap kondisi lingkungan seperti iklim dan konteks sekitar. Zonasi dibagi menjadi area publik, semi publik, privat, dan servis untuk menciptakan keteraturan aktivitas. Sirkulasi dirancang jelas dan terpisah agar tidak terjadi konflik antar pengguna. Konsep desain juga mempertimbangkan aspek kenyamanan dengan memanfaatkan pencahayaan alami, ventilasi, serta elemen pelindung seperti shading dan vegetasi. Dengan demikian, konsep yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsi, tetapi juga mampu merespon kondisi site secara menyeluruh.”
Programming & Kriteria Site dalam merancang Showroom Porsche
Anak Agung Gede Surya Candra Dipurwa
Program dan Kriteria dalam merancang kebutuhan showroom agar menjadi acuan untuk merancang showroom yang akan didesain. Programming ini sangat penting untuk menentukan kebutuhan ruang yang ada pada showroom, karena showroom ini nantinya akan mewadahi aktivitas didalammnya secara efisien.
Merancang Experience : Program Ruang & Kriteria KonsepShowroom Porsche
Made Mas Kusuma Dananjaya
Programming ruang pada showroom dan lifestyle pavilium disusun berdasarkan fungsi dan tingkat privasi, yang terbagi menjadi zona publik, semi publik, privat, dan servis untuk menciptakan tata ruang yang jelas dan terstruktur. Perencanaan ini juga memperhatikan efisiensi sirkulasi dengan memisahkan alur pengunjung dan aktivitas servis agar tidak saling mengganggu. Area publik difokuskan sebagai pusat pengalaman dan display kendaraan, sementara zona lainnya mendukung konsultasi dan operasional. Pendekatan ini menghasilkan ruang yang fungsional, nyaman, serta mencerminkan karakter eksklusif showroom.
PROGRAMMING, KONSEP MIXED USE BUILDING
I Gusti Kadek Denim Hamhara Tirta
menyusun kebutuhan ruang berdasarkan fungsi utama bangunan, yaitu sebagai showroom otomotif Ferrari yang dikombinasikan dengan museum dan café dalam satu kawasan mixed-use
Konsep & Kriteria Merancang Bangunan Bentang Lebar
Zidane Ramadhan
Konsep dan kriteria perancangan bangunan bentang lebar berfokus pada penciptaan ruang luas tanpa kolom tengah untuk mendukung fleksibilitas fungsi dan pengalaman ruang yang optimal. Perancangan menekankan pemilihan sistem struktur yang efisien dan kuat, integrasi struktur dengan bentuk arsitektur, serta pengendalian stabilitas dan getaran bangunan. Selain itu, aspek kenyamanan termal, pencahayaan alami, akustik, dan keselamatan struktur menjadi pertimbangan utama agar bangunan tetap aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan aktivitas berskala besar.
Designing Space: Programming Showroom Porsche
I Gusti Ayu Agung Rahayu Aryatni Putri
Programming ruang pada showroom dan experience center ini disusun berdasarkan kebutuhan fungsi serta tingkat privasi, yang terbagi menjadi zona publik, semi publik, privat, dan servis. Pembagian ini bertujuan untuk menciptakan hubungan ruang yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami oleh pengguna. Selain itu, programming juga mempertimbangkan alur sirkulasi yang efisien dengan pemisahan antara pengunjung dan aktivitas servis, sehingga tidak terjadi tumpang tindih fungsi. Area publik difokuskan sebagai pusat pengalaman dan display kendaraan, sementara area lainnya mendukung aktivitas konsultasi, operasional, dan manajemen. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang nyaman, terarah, dan sesuai dengan karakter eksklusif showroom.
SHOWROOM PORSCHE
I Kadek Agus Nesyantara
Program bangunan berupa showroom otomotif dengan konsep mixed-use yang terdiri dari fungsi utama, penunjang, dan pelengkap. Fungsi utama meliputi ruang showroom dan experience center, fungsi penunjang seperti lobby, ruang konsultasi, serta area lifestyle seperti café dan lounge, sedangkan fungsi pelengkap mencakup area servis, kantor pengelola, dan parkir. Kriteria desain menekankan pada penerapan bentang lebar minimal 40 meter untuk menciptakan ruang bebas kolom, pengolahan sirkulasi yang terpisah antara kendaraan dan pejalan kaki, serta penciptaan pengalaman ruang yang interaktif. Selain itu, desain mengacu pada karakter dinamis dan modern yang dipadukan dengan konteks lokal serta respon terhadap iklim tropis dan kondisi site.
Analisis Site & Kriteria Konsep l Merancang Bangunan Bentang Lebar
DIMAS SEPTA MAULANA
Pembahasan ini mengulas analisis site sebagai dasar perancangan bangunan bentang lebar, meliputi aspek matahari, angin, aksesibilitas, dan konteks lingkungan. Hasil analisis kemudian diterjemahkan menjadi kriteria konsep desain yang responsif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan ruang serta kondisi tapak.